-->

Entri yang Diunggulkan

Untukmu Sahabat Yang Namanya Tak Kusebut

Kopi yang Dirindukan (tanpa sianida)

Rindu hadir antara kegelapan
Rindu pergi tanpa menunggu malam
Ia juga bertahta di sela-sela cinta yang terjaga

Rindu itu bak selaksa angin
Silih berganti datang dan pergi
Rindu itu bak lorong waktu
Ia bertahan menembus titik ruang mata angin


Pekat hitam warnamu
Pahit manis rasamu
Hasrat dan rasa kian bersatu
Mereka sedang merindukanmu
Merindukan kehangatanmu
Melukis langit bersamamu

Kopi
Engkau tidaklah pernah berubah
Tampil mu dengan performa elegan
Diteriknya metari kau titipkan mereka semerbak inspirasi
Dikeheningan malam menumpang matanya hingga tegak berdiri

Kopi
Hembusan angin menambah pilunya kalbu
Suatu waktu kau merajut senja dikeheningan
Terkadang kau membuih asa dikehidupan
Sekarang mereka sedang tak mampu melupakanmu
Apalagi harus menepikanmu, mereka tak mampu

Kopi
Kini mereka mendatangiku
Memintaku mendendangkan lantunan rindu
Rindu yang tak berujung, tak bertepi juga berlari

Pernahkah kau tau!
Senja mereka memintaku bernyanyi
Hingga pekat malam berganti
Mereka masih tetap disini
Hanya demi kopi dan sepucuk rindu
.
Kopi yang dirindukan
Kopi dan Filosofi Kerinduannya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel