-->

Entri yang Diunggulkan

Untukmu Sahabat Yang Namanya Tak Kusebut

Coretan malam


Kala itu,,,
Aromantik malam kian bersemai
Hati nan teduh kini terbujur di pembaringan kabut salju
Sejenak lelah letih memandang kehampaan

Seolah hijab kan terbuka di benua tirani
Dan kini, selaksa menyibak imaji

Dan seakan beranjak, pergi mengelilingi lautan hati

Sekarang aku mulai sadar

Coretan klasik ini memang tak berkelas
Tapi pandanganku terus saja berkabut asap nestapa...

Pena lunglai ini melabuh bak arombai

Mengarungi celah-celah ilusi buih raksasa
Meski terkadang di hempas badai pantai laut merah
Jatuh dan patah termakan waktu

Namun disitu aku tuaikan jutaan kisah...

Namun meskipun demikian

Jasadku tetaplah tegak
Bergerak, bergerak dan terus bergerak

Hingga kini terus melaju
Dan berharap bisa menuju sinaran biru
Meskipun itu di penghujung dermaga batu...

Aku,

Terus saja berparti dalam perahu jingga
Melawan tatanan laju arah mata angin

Terkapar tubuh ini di pelabuhan ratu
Keping-keping pun terlepas

Terhempas oleh hentakan sayap bisu
Berharap semua maksud termaktub dicatatanku
...

Senja memang telah pergi menghilang
Ditelan oleh reruntuhan gelapnya malam
Tapi hikayat ini belum usai
Nada ini akan kembali berlabuh
Dan datang dengan hentakan irama yang berbeda

Tunggu aku, di cahaya malam selanjutnya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel