Coretan malam
Monday, February 04, 2013

Kala itu,,,
Aromantik malam kian bersemai
Hati nan teduh kini terbujur di pembaringan kabut salju
Sejenak lelah letih memandang kehampaan
Seolah hijab kan terbuka di benua tirani
Dan kini, selaksa menyibak imaji
Dan seakan beranjak, pergi mengelilingi lautan hati
Sekarang aku mulai sadar
Coretan klasik ini memang tak berkelas
Tapi pandanganku terus saja berkabut asap nestapa...
Pena lunglai ini melabuh bak arombai
Mengarungi celah-celah ilusi buih raksasa
Meski terkadang di hempas badai pantai laut merah
Jatuh dan patah termakan waktu
Namun disitu aku tuaikan jutaan kisah...
Namun meskipun demikian
Jasadku tetaplah tegak
Bergerak, bergerak dan terus bergerak
Hingga kini terus melaju
Dan berharap bisa menuju sinaran biru
Meskipun itu di penghujung dermaga batu...
Aku,
Terus saja berparti dalam perahu jingga
Melawan tatanan laju arah mata angin
Terkapar tubuh ini di pelabuhan ratu
Keping-keping pun terlepas
Terhempas oleh hentakan sayap bisu
Berharap semua maksud termaktub dicatatanku...
Senja memang telah pergi menghilang
Ditelan oleh reruntuhan gelapnya malam
Tapi hikayat ini belum usai
Nada ini akan kembali berlabuh
Dan datang dengan hentakan irama yang berbeda
Tunggu aku, di cahaya malam selanjutnya ...

Kala itu,,,
Aromantik malam kian bersemai
Hati nan teduh kini terbujur di pembaringan kabut salju
Sejenak lelah letih memandang kehampaan
Seolah hijab kan terbuka di benua tirani
Dan kini, selaksa menyibak imaji
Dan seakan beranjak, pergi mengelilingi lautan hati
Sekarang aku mulai sadar
Coretan klasik ini memang tak berkelas
Tapi pandanganku terus saja berkabut asap nestapa...
Pena lunglai ini melabuh bak arombai
Mengarungi celah-celah ilusi buih raksasa
Meski terkadang di hempas badai pantai laut merah
Jatuh dan patah termakan waktu
Namun disitu aku tuaikan jutaan kisah...
Namun meskipun demikian
Jasadku tetaplah tegak
Bergerak, bergerak dan terus bergerak
Hingga kini terus melaju
Dan berharap bisa menuju sinaran biru
Meskipun itu di penghujung dermaga batu...
Aku,
Terus saja berparti dalam perahu jingga
Melawan tatanan laju arah mata angin
Terkapar tubuh ini di pelabuhan ratu
Keping-keping pun terlepas
Terhempas oleh hentakan sayap bisu
Berharap semua maksud termaktub dicatatanku...
Senja memang telah pergi menghilang
Ditelan oleh reruntuhan gelapnya malam
Tapi hikayat ini belum usai
Nada ini akan kembali berlabuh
Dan datang dengan hentakan irama yang berbeda
Tunggu aku, di cahaya malam selanjutnya